Langsung ke konten utama

Kasus Tanah Eks Kimpraswil Flotim Didemo Aliansi Lebao Bangkit… Ini Tuntutanya

 


Aksi demonstrasi Keluarga Almahrum Aloysius Boki Labina, selaku Pemilik Tanah Eks Kimpraswil Flotim, yang tergabung dalam Aliansi Lebao Bangkit, kembali ‘menghajar’ Pemda Flotim, terkait kisruh tanah tersebut sejak munculnya putusan Kasasi MA Republik Indonesia tahun 2007 yang diduga kuat sarat rekayasa.

Demonstrasi damai, Rabu 1 Februari 2023 dimulai dari titik nol yaity Markas Tanah Eks Kimpraswil Flotim, milik Keluarga almahrum Aloysius Boki Labina di Kelurahan Waihali, Kecamatan Larantuka, pukul 09.00 WITA.


Demo dipimpin dua aktivis Ekstra Parlemen yang terkenal garang membela hak-hak rakyat kecil, Bung Kanis Soge dan Robert Ledor.

Para pendemo langsung menuju target utama Kantor Bupati Flotim, yang berjarak tak kurang 200 meter, dari markas gerakan.


Mereka mengendarai delapan mobil pick up, dan puluhan sepeda motor, massa Aliansi Lebao Bangkit, yang diikuti beberapa orang tua, antara lainnya; Bapa Ludon Labina, Kornelis Langkamau, Mama Vina Da Cunha, serta belasan orang tua Keluarga Alm.Aloysius Boki Labina, dan Ahli Waris langsung Maksi Labina, yang disupport langsung puluhan anak muda, tiba di halaman depan Kantor Bupati Flotim, sekitar 5 menit usai keluar dari markas gerakan.

Massa aksi dikawal ketat Aparat Kepolisian Resort Flotim.



Tiba di depan pintu gerbang masuk Kantor Bupati Flotim, meski massa aksi dihadang ketat dan tak diijinkan masuk ke Halaman Kantor Bupati Flotim, oleh Kepala Satuan Satuan Polisi Pamongpraja, Agus Ruing dan Anggota, namun tak membuat massa Aliansi Lebao Bangkit bergeming dan mundur selangkah pun menyampaikan tiga tuntutan utamanya.


Massa aksi Aliansi Lebao Bangkit saat tiba di depan Kantor Bupati Flotim, dikawal ketat Aparat Kepolisian Resort Flotim, yang dihadang ketat Aparat Satuan Polisi Pamongpraja Setda Flotim, dipimpin Kepala Dinas Agus Ruing.

Ada tiga point penting tuntutan yang diusung dan dibacakan langsung Bung Kanis Soge, yakni:


Pertama, Pemda Flotim Didesak Segera Membuktikan Keabsahan Legalitas Tanah Eks Kimpraswil.


Kedua, Pemda Flotim segera membayar uang ganti rugi atau mengembalikan tanah Eks Kimpraswil.


Ketiga, Pemda Flotim segera hentikan kekisruhan status tanah Eks Kimpraswil.


Pantauan Media, sempat terjadi debat tajam antara beberapa waktu lamanya, antara Koordinator aksi Roberth Ledor, dan Keluarga Almahrum Aloysius Boki Labina, yang terus dihalangi Satuan Polisi Pamongpraja, untuk tidak boleh masuk ke halaman Kantor Bupati Flotim, bertemu Penjabat Bupati Flotim, Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si.


Mereka memaksa masuk dan meminta pengertian baik, namun massa Aliansi Lebao Bangkit, dengan Koordinator Lapangan, Roy Guterez Moron, tetap tidak bisa diijinkan masuk ke halaman Kantor Bupati Flotim.



Apesnya, selain tak bisa bertemu Penjabat Bupati Flotim, namun massa aksi Aliansi Lebao Bangkit pun, tak bisa bertemu satu pun pejabat Pemda Flotim yang berwewenang, seperti Penjabat Sekda Flotim, Drs.Petrus Pedo Maran, M.Si, Asisten I Setda Flotim, Drs.Abdul Razak Jakra dan Kabag Hukum Setda Flotim, Yordan Daton,S.H.M.H.


Tak puas dengan ulah Pemda Flotim yang ‘menutup diri dan menghindar, bertemu massa aksi Aliansi Lebao Bangkit, orator utama Bung Kanis Soge dan Robert Ledor, juga beberapa keluarga Alm.Aloysius Boki Labina, sempat marah dan meneriakin nama-nama pejabat Setda Flotim tersebut sebagai pengecut dan tukang bohong.


Bahkan, membuat kekisruhan di ruang publik melalui pernyataan di media online dan media sosial, yang cenderung membikin pembohongan publik.


“Penjabat Bupati Flotim dan pejabat Setda Flotim harus gentlement keluar untuk bertemu Kami, menjelaskan putusan Kasasi MA Republik Indonesia, tersebut.


“Jangan jadi pengecut dan hanya bisa berteriak-teriak di ruang media sosial,”.


“Kami datang membawa bukti putusan PN Larantuka dan PT Kupang, tahun 2006 yang membuktikan bahwa ini tanah kami,”


“Tolong buktikan kepada Kami kalau ini adalah tanah milik Pemda Flotim. Jangan bersembunyi dibelakang putusan Kasasi MA Republik Indonesia tahun 2007 yang sarat dengan rekayasa hukum, tersebut,”seloroh Kanis Soge dan Robert Ledor, keras.


Sayangnya, hingga aksi damai ini selesai, tak satupun Pejabat Pemda Flotim yang beritikad baik bertemu para demonstran dari Aliansi Lebao Bangkit.


Bahkan, alasan apa sehingga Penjabat Bupati Flotim dan Pejabat Setda Flotim lainnya, tak turun bertemu Aliansi Lebao Bangkit, serta kenapa Satuan Polisi Pamongpraja memblokir pintu masuk ke Kantor Bupati Flotim, tak diketahui persis.


Kepala Satpol PP Setda Flotim, Agus Ruing yang berulang kali didor dengan pertanyaan oleh Pimpinan aksi Bung Kanis Soge, kenapa Aliansi Lebao Bangkit tak diijinkan masuk dan bertemu, dan otaknya siapa yang menghalangi massa aksi Aliansi Lebao Bangkit, pun tak mampu dijawab dan dijelaskan oleh Agus Ruing.


Disaksikan Media, Kasat PolPP Setda Flotim, Agus Ruing hanya bisa tunduk saja, tanpa bisa angkat mukanya tatap demonstran dan spanduk yang dihadapannya.


Massa aksi kemudian membubarkan diri sekitar pukul 10.30 WITA, untuk selanjutnya menuju ke Kantor Pengadilan Negeri Larantuka, sampaikan tuntutan yang sama.


Aliansi Lebao Bangkit, meski tak diijinkan masuk bertemu Ketua PN Larantuka, karena alasannya belum ada surat pemberitahuan, sehingga massa aksi hanya bisa sampaikan tuntutannya dan ingatkan Pejabat Pengadilan Negeri Larantuka agar berpihak pada kebenaran dan kepastian hukum, terkait putusan Kasasi MA Republik Indonesia terkait tanah Eks Kimpraswil Flotim, milik Keluarga Almahrum Aloysius Boki Labina, yang sarat rekayasa hukum, itu.


Usai orasi di depan Kantor PN Larantuka, Massa aksi damai ini kembali ke Markas Gerakan Lebao Bangkit di lokasi tanah Eks Kimpraswil Flotim, sekitar pukul 11.00 WITA, dan istirahat, untuk selanjutnya makan siang serta berkoordinasi rencana aksi lanjutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kristus mengubah Salib, palang siksaan itu, menjadi Pohon Kehidupan, pokok penyelamatan kita.

  Minggu 2 April 2023, mengajak umat sekalian untuk bersama-sama merenungkan makna salib yang bakal bertransformasi menjadi Pohon Kehidupan. Untuk mengantar kita ke dalam inti permenungan di awal Pekan Suci ini, Gereja menyodorkan kepada kita beberapa Bacaan Kitab Suci yang dibagi ke dalam dua bagian, yakni Bacaan Kitab Suci untuk perarakan dan Bacaan Kitab Suci untuk Ekaristi. Bacaan Kitab Suci untuk perarakan diambil dari Injil Matius 21:1-11, sedangkan untuk perayaan Ekaristi mencakup Kitab Yesaya 50:4-7, Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi 2:6-11, dan Injil Matius 26:14-27;66 Saudara-Saudari terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus! Sesudah tahun-tahun pandemi Covid-19 ketika kita merayakan Pekan Suci dan Pesta Paskah secara sederhana dalam suasana hening, kini kita boleh merayakannya kembali secara meriah. Di hari Minggu Palma kita mengarak Kristus Sang Raja Damai dengan lambaian daun palma, seperti anak-anak Ibrani dulu menyambut Yesus masuk ke Yerusalem dengan ranting-...

Jangan biarkan tanah menggugurkan dosa

Jangan biarkan tanah menggugurkan dosa,  biarkan rona doa sesungguhnya  bertafakur di lekuk bumi  dengan nyanyian requiem mengecup waktu dan mata puisi mencumbui luka yang sempat jadi prahara. biarkan bumi yang lajang menghamba dengan setia, menjahit luka dengan benang-benang puisi sekadar membaringkan kata-kata yang tak punya apa-apa. semestinya tak cukup pantas,  berkarat dalam kanvas  takdir sesungguhnya,  buat membaringkan nama dalam geladak usia. Cinta mungkin di sini, di atas tanah tempat bercermin menggugurkan dosa dengan doa di ceruk hati membawa raga bercakap dengan gemuruh zikir memahat Tuhan yang sebenarnya tak ada jarak pemisah.                       

Perempuan Tangguh

Sesibuk apapun Perempuan Ia tidak akan pernah mengabaikan serta melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan. Ingat.! Kodrat perempuan adalah ; Menstruasi,Mengandung, Melahirkan , dan Menyusui, selain dari keempat aspek itu, perempuan mampu mengerjakan semuanya tanpa harus diinterfensi atau tendensi oleh siapapun. Persoalan memasak, mencuci, menyapu/membersihkan bukanlah kodrat seorang perempuan yang pasti, sebab itu bisa dilakukan oleh seorang lelaki. Maka sangat disayangkan jika ketika sekelompok orang diantaranya ada perempuan dan laki-laki sedang makan bersama, maka setelah makan tidak diharuskan perempuan yang membereskan semaunya, tapi bisa diharuskan laki-laki, karena itu bukan kodrat perempuan yang pasti. Tapi jika masih ada yang mengatakan atau beropini bahwa perempuan hanya bisa bekerja di dapur, maka ia salah menafsirkan siapa itu perempuan. Sekarang coba kita telaah kembali tentang kodratnya perempuan dan siapa makhluk manusia yang paling hebat antara laki-laki dan perempu...