Langsung ke konten utama

Menyambut Emanuel Dalam Pendidikan

 

Dengan kelahiran Yesus  Emanuel yang artinya Allah beserta kita. Ini merupakan salah satu kebahagian dan kegembiran hati kita dalam beriman,karena kendati kita orang berdosa namun Allah tidak pernah membiarkan kita hancur binasa. Dalam suasana pengabdian kegembiran itu kitapun terus membayangi kerajaan Allah dalam aksi nyata kehidupan kita dalam rasa tanggung jawab pada suatu pekerjaan kita. Dalam hal ini tugas dan tanggung jawab kita dalam bidang pendidikan. Bagi kita calon guru,tugas pendidikan adalah tugas pokok kita,tapi bagi para orangtua tugas pendidikanpun melekat erat dalam status sebagai orangtua,bagi kita semua tugas pendidikan adalah tanggung jawab besar kita semua dan kepedulian kita untuk turut mengambil dan peran secara aktif,transparan dalam mempersiapkan generasi kita untuk masa depan bangsa dan lewotanah kita yang baik. Pendidikan adalah jalur utama dan yang diutamakan bagi kita dalam kehidupan kita. Melalui program merdeka belajar,peserta didik sungguj-sungguh menempatkan posisi sebagai subyek pendidikan dan bukan sekedar objek. Bahwa setiap peserta didik adalah memiliki suatu kemampuan dan pengetahuan,kecerdasan sendiri,bakat dan potensi yang memungkinkan untuk dapat berkembang secara optimal dalam kehidupannya. Istilah merdeka dimaksudkan untuk memberi ruang lebih besar kepada peserta didik untuk belajar dan melakukan apa yang sesuai dengan potensi dan minat bakatnya serta bebas dari segala tekanan. Tugas pendidikan adalah menciptakan kondisi yang memungkinkan peserta didik dapat mengubah potensi dirinya secara optimal mungkin. Itulah konsep dasar pendidikan.

Penulis 
Pirllo Luron

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kristus mengubah Salib, palang siksaan itu, menjadi Pohon Kehidupan, pokok penyelamatan kita.

  Minggu 2 April 2023, mengajak umat sekalian untuk bersama-sama merenungkan makna salib yang bakal bertransformasi menjadi Pohon Kehidupan. Untuk mengantar kita ke dalam inti permenungan di awal Pekan Suci ini, Gereja menyodorkan kepada kita beberapa Bacaan Kitab Suci yang dibagi ke dalam dua bagian, yakni Bacaan Kitab Suci untuk perarakan dan Bacaan Kitab Suci untuk Ekaristi. Bacaan Kitab Suci untuk perarakan diambil dari Injil Matius 21:1-11, sedangkan untuk perayaan Ekaristi mencakup Kitab Yesaya 50:4-7, Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi 2:6-11, dan Injil Matius 26:14-27;66 Saudara-Saudari terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus! Sesudah tahun-tahun pandemi Covid-19 ketika kita merayakan Pekan Suci dan Pesta Paskah secara sederhana dalam suasana hening, kini kita boleh merayakannya kembali secara meriah. Di hari Minggu Palma kita mengarak Kristus Sang Raja Damai dengan lambaian daun palma, seperti anak-anak Ibrani dulu menyambut Yesus masuk ke Yerusalem dengan ranting-...

Jangan biarkan tanah menggugurkan dosa

Jangan biarkan tanah menggugurkan dosa,  biarkan rona doa sesungguhnya  bertafakur di lekuk bumi  dengan nyanyian requiem mengecup waktu dan mata puisi mencumbui luka yang sempat jadi prahara. biarkan bumi yang lajang menghamba dengan setia, menjahit luka dengan benang-benang puisi sekadar membaringkan kata-kata yang tak punya apa-apa. semestinya tak cukup pantas,  berkarat dalam kanvas  takdir sesungguhnya,  buat membaringkan nama dalam geladak usia. Cinta mungkin di sini, di atas tanah tempat bercermin menggugurkan dosa dengan doa di ceruk hati membawa raga bercakap dengan gemuruh zikir memahat Tuhan yang sebenarnya tak ada jarak pemisah.                       

Perempuan Tangguh

Sesibuk apapun Perempuan Ia tidak akan pernah mengabaikan serta melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan. Ingat.! Kodrat perempuan adalah ; Menstruasi,Mengandung, Melahirkan , dan Menyusui, selain dari keempat aspek itu, perempuan mampu mengerjakan semuanya tanpa harus diinterfensi atau tendensi oleh siapapun. Persoalan memasak, mencuci, menyapu/membersihkan bukanlah kodrat seorang perempuan yang pasti, sebab itu bisa dilakukan oleh seorang lelaki. Maka sangat disayangkan jika ketika sekelompok orang diantaranya ada perempuan dan laki-laki sedang makan bersama, maka setelah makan tidak diharuskan perempuan yang membereskan semaunya, tapi bisa diharuskan laki-laki, karena itu bukan kodrat perempuan yang pasti. Tapi jika masih ada yang mengatakan atau beropini bahwa perempuan hanya bisa bekerja di dapur, maka ia salah menafsirkan siapa itu perempuan. Sekarang coba kita telaah kembali tentang kodratnya perempuan dan siapa makhluk manusia yang paling hebat antara laki-laki dan perempu...